Cara Menulis Surat Lamaran Kerja yang Efektif

Surat lamaran kerja atau sering disebut juga cover letter, bisa membuat Anda sangat dilirik oleh calon atasan Anda, namun juga bisa menjadi bumerang bagi Anda. Anda akan dilirik jika surat lamaran kerja yang Anda buat dapat menarik hati rekruter, namun Anda akan diabaikan jika surat lamaran kerja Anda membosankan dan terkesan copy paste saja, bahkan Anda malas mengubah esensi dari pekerjaan yang Anda lamar. 


Di internet memang bertebaran tutorial dan cara membuat surat lamaran kerja, namun sedikit sekali yang memberikan tips-tips penulisan surat lamaran kerja yang efektif, mengena, dan tepat. Berikut ada 6 tips cara menulis surat lamaran kerja yang baik, efektif, menarik, seperti yang disampaikan oleh Set Porges, salah satu praktisi perekrutan dunia kerja di Forbes. 

1. Jangan mengulang-ulang resume 

Banyak orang yang menulis cover letter (surat lamar kerja) seolah surat lamaran kerja itu adalah resume. Kenyataannya, surat lamaran kerja akan dilampirkan di email sebagai resume yang sesungguhnya, sehingga Anda berasumsi bahwa calon atasan Anda paling tidak melihatnya sekilas. Namun, sebaiknya gunakan surat lamaran kerja (cover letter) untuk menunjukkan kepribadian, rasa penasaran, dan minat Anda pada pekerjaan yang Anda lamar. Sebagai contoh, jika Anda melamar pekerjaan di bidang teknologi, Anda akan lebih tepat jika membahas masalah keinginan Anda yang besar mengenai teknologi transformasi hukum Moore sebelum melihatnya secara langsung. Jika Anda melamar pekerjaan di bidang fashion, ceritakan seberapa besar fashion telah berubah sejak tahun 1980. Semuanya memiliki kisah tersembunyi. Gunakan kisah itu untuk menunjukkan minat dan keahlian Anda. 

2. Buat surat lamaran Anda singkat dan tidak bertele-tele

Less is more (Sedikit itu lebih banyak). Tiga paragraf saja. Hindari penjelasan panjang lebar. Langsung saja menuju ke yang inti.

3. Jangan ditujukan kepada seseorang tertentu 

Kadang Anda tidak tahu pasti kepada siapa surat lamaran Anda harus ditujukan. Tulis saja "Kepada yang Terhormat HRD Manager" atau "Kepada yang Berkaitan". Jika Anda benar-benar tidak tahu siapa yang Anda tuju, jangan sebut nama siapapun. Langsung saja ke isi surat. 

4. Kirimkan dalam bentuk PDF

Tidak setiap komputer dapat membaca file-file berekstensi .docx, namun setiap orang bisa membuka file PDF tanpa adanya konversi apapun. File-file konversi itu buruk karena dua alasan. Pertama, file tersebut tidak hanya mengganggu dan harus dipindahkan ke aplikasi baru. Dan, kedua, konversi bisa memunculkan error formatting. Dua-duanya buruk. Sebaiknya gunakan file berekstensi .doc yang jauh lebih bagus dibandingkan .docx, tetapi PDF jelas lebih baik. 

5. Jangan pernah menggunakan frase berikut ini

"Nama saya ...., dan saya melamar posisi sebagai ...." Calon perekrut Anda sudah mengetahuinya dan jika Anda menulis demikian terdengar sangat tidak berpengalaman. 

6. Berikan penutup yang mengena 

Tutup dengan menjelaskan secara cepat bagiamana pengalaman dan pandangan Anda akan membantu Anda dalam bekerja. Itu kuncinya dan itu akan memungkinkan Anda lebih dekat untuk diterimanya. Cukup Anda tulis untuk dibaca 2-3 detik saja. Jika lebih panjang, hanya akan mengacaukan saja. 


Berikut contoh surat lamaran kerja (cover letter) yang baik.

Kepada 
Yth. HRD Manager

Dengan hormat, 

Mohon berkenan melihat lampiran CV saya dalam lamaran kerja untuk lowongan yang diiklankan di Harian Republika, 30 April 2015. 

Latar belakang pendidikan saya telah menyiapkan saya untuk posisi ini. Pendidikan saya berkaitan dengan penelitian independen, motivasi diri, dan berkagai keterampilan lainnnya. Untuk salah satu kursus yang saya ikut, .....(tuliskan kursusnya)...., pemahaman tentang industri ...(sebutkan bidangnya, misal digital).... adalah hal yang sangat penting. Saya temukan bahwa materi kursus tersebut sangat menstimulasi saya. 

Saya adalah seorang penulis yang cepat dan akurat, dengan ketelitian yang tinggi dan saya akan sangat berterima kasih atas peluang yang diberikan kepada saya untuk tanggung jawab membuat laporan pasar. Saya mampu mengambil tanggung jawab posisi ini secepatnya, dan memiliki antusiasme dan keyakinan yang memastikan bahwa saya berhasil memikul tanggung jawab tersebut. 

Terima kasih atas waktu yang diluangkan untuk mempertimbangkan lamaran saya dan saya menunggu kabar selanjutnya dari Anda secepatnya. 


Hormat saya, 


Kris John.

0 Response to "Cara Menulis Surat Lamaran Kerja yang Efektif"